Select Page

Malang, FIP UM – Pada Selasa, 29 Oktober 2024, Program Studi S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melakukan persiapan untuk Asesmen Lapangan (AL) akreditasi di Gedung Kuliah Bersama (GKB) D6, Fakultas Ilmu Pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program studi memenuhi standar yang ditetapkan oleh pihak akreditasi. Dalam rangka persiapan tersebut, berbagai macam mainan telah disusun dengan rapi untuk diperlihatkan kepada asesor yang akan melakukan penilaian.
Nur Annisa, M.Pd., seorang dosen PAUD dan Penata Muda Tingkat I, III/b di bidang Kurikulum dan Kelembagaan PAUD, menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan playground sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kampus yang ramah anak.
“Kami memasang mainan-mainan dan menyiapkan playground agar siapapun yang membawa anak bisa bermain di area ini,” ungkapnya.
Adanya playground ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai sarana pendidikan yang mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan mewujudkan kampus yang ramah anak.
Kegiatan AL akreditasi akan berlangsung pada hari Kamis, 31 Oktober 2024 dan Jumat, 01 November 2024. Kegiatan ini melibatkan seluruh dosen pengajar program studi S2 PAUD, beberapa mahasiswa yang membantu pelaksanaan AL akreditasi, tenaga pendidik, serta stakeholder yang terdiri dari alumni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) PAUD.
Dalam persiapan kegiatan ini, beberapa ruangan harus disiapkan, termasuk laboratorium dan ruang kerja untuk asesor serta berkas-berkas yang diperlukan. Nur Annisa, M.Pd menambahkan bahwa kehadiran anak-anak di playground selama kegiatan AL sangat mungkin terjadi, mengingat mayoritas mahasiswa S2 PAUD adalah ibu-ibu yang memiliki anak kecil.
“Kami ingin menciptakan suasana belajar yang inklusif dan ramah anak, sehingga anak-anak dapat bermain sambil orang tua mereka mengikuti kegiatan akreditasi,” jelas Nur Annisa.
Dengan adanya playground di departemen PAUD, harapannya adalah untuk mewujudkan kampus yang lebih ramah anak. Nur Annisa juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak di berbagai tempat umum, seperti stasiun dan bank.
“Semua tempat seharusnya dibuat ramah anak,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memenuhi syarat akreditasi tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa dan anak-anak yang terlibat. (Rafika)

Translate »