Select Page

Malang, 22 Mei 2024 – UPT Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Lokakarya Pengelolaan Limbah di Ijen Suite Hotel Kota Malang, Rabu (22/5/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada seluruh pengelola laboratorium di UM agar mampu mengelola limbah dengan baik dan bertanggung jawab.

Lokakarya diselengggarakan di Ball room Hotel Ijen Suite Malang dengan menampilkan empat narasumber ahli: Yayan Yanuarsa, S.Si, dan Drs. Yunar Yulianata, Asesor Kompetensi LSP Lingkungan Indonesia; Faul Hidayatunnafiq, S.Kom, MM, Kepala Sub Direktorat Sarana Prasarana dan Aset UM; serta Rian Hidayat, CEO PT Ecodigitus Sains Teknovasi.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian delapan lokakarya yang diselenggarakan oleh UPT Laboratorium UM sebagai dukungan terhadap program Green Kampus yang menjadi bagian dari capaian kinerja UM. Acara ini dihadiri oleh Ketua laboratorium dari berbagai program studi di UM, laboran, dan penggerak program green kampus.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Munjin Nasih, M.Ag., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan lokakarya ini. “Pengelolaan limbah laboratorium sangat penting dalam upaya mewujudkan Green Kampus. Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan,” ujarnya. Prof. Munjin berharap lokakarya ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola laboratorium dalam menangani limbah. “Dengan pengelolaan limbah yang baik, kita dapat menjadikan UM sebagai kampus ramah lingkungan,” tambahnya.

Yayan Yanuarsa, narasumber pertama, membahas regulasi dan standar pengelolaan limbah laboratorium. Ia menekankan pentingnya pengelolaan limbah sesuai peraturan yang berlaku untuk menghindari sanksi. “Pengelolaan yang tidak sesuai dengan peraturan dapat dikenakan sanksi,” tegasnya.

Drs. Yunar Yulianata, narasumber kedua, menjelaskan tentang klasifikasi dan karakteristik limbah laboratorium. Ia menyatakan bahwa limbah laboratorium terbagi menjadi beberapa jenis, seperti limbah B3, limbah non B3, dan limbah medis, yang masing-masing memerlukan penanganan berbeda. “Setiap jenis limbah memiliki karakteristik yang berbeda dan harus dikelola dengan cara yang berbeda pula,” ujarnya.

Faul Hidayatunnafiq, narasumber ketiga, menekankan pentingnya infrastruktur dan sarana prasarana dalam pengelolaan limbah. “Infrastruktur yang memadai sangat membantu dalam pengelolaan limbah yang efisien dan efektif,” katanya.

Narasumber terakhir, Rian Hidayat, membahas teknologi pengelolaan limbah laboratorium yang terus berkembang. “Pemilihan teknologi yang tepat bergantung pada jenis dan karakteristik limbah,” tuturnya.

Lokakarya ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan banyak mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.

Diharapkan dengan adanya lokakarya ini, pengelola laboratorium di UM dapat mengelola limbah dengan lebih baik dan bertanggung jawab, sehingga visi UM sebagai kampus ramah lingkungan dapat segera terwujud.

Translate »