Kuala Lumpur – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) menyelesaikan rangkaian program Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Program yang dilaksanakan selama 28 hari, mulai 20 Agustus hingga 16 September 2026, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam lingkungan pendidikan internasional.
Kelima mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah program studi di FIP UM, yakni Heni Nuraeni, Elsha Kumala Sari, dan Nur Rahma Aulia dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Abel Embun Bunga Salsabila dari Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling, serta Nindiya Zahwa Natasya dari Program Studi S1 Manajemen Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berkolaborasi dengan pimpinan dan pihak SIKL, guru pamong, serta siswa dalam berbagai aktivitas pendidikan dan kegiatan pendukung sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali pada 20 Agustus 2026 dengan kedatangan dan penyambutan mahasiswa oleh pimpinan SIKL. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi awal serta pengenalan lingkungan sekolah. Tahap awal tersebut menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai lingkungan dan pelaksanaan program di SIKL.
Pada 21–22 Agustus 2026, mahasiswa mendapatkan penugasan guru pamong. Selanjutnya, mahasiswa melakukan koordinasi mengenai kelas, jadwal, mata pelajaran, serta tugas yang akan dilaksanakan selama program. Melalui proses tersebut, terbentuk pembagian tugas dan sistem pendampingan yang jelas antara mahasiswa dan guru pamong.
Selama 23–31 Agustus 2026, mahasiswa turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pendukung sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung selama sembilan hari dan mencakup bantuan dalam proses pemindahan serta penataan gedung sesuai kebutuhan dan arahan pihak sekolah. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman dalam bekerja sama, melakukan koordinasi, serta beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan sekolah.
Memasuki 1–14 September 2026, mahasiswa mulai terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran bersama guru pamong. Selama 14 hari, mahasiswa mendampingi berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari persiapan, pelaksanaan pembelajaran, pendampingan siswa, pengelolaan kelas, hingga evaluasi.
Keterlibatan secara langsung dalam proses pembelajaran menjadi bagian penting dari program karena mahasiswa dapat memperoleh pengalaman mengajar dalam situasi nyata. Selain itu, kegiatan tersebut turut meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan siswa, mendampingi proses belajar, dan mengelola kelas.
Pada minggu terakhir, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan praktik mengajar secara individu. Mahasiswa diberikan tanggung jawab untuk memegang kelas secara mandiri dengan tetap memperoleh arahan dan pemantauan dari guru pamong. Tahapan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan mengelola kelas, serta keterampilan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.
Rangkaian program kemudian ditutup dengan kegiatan penarikan dan pelepasan mahasiswa pada 15 September 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan prosesi pamitan serta penyerahan sertifikat secara resmi oleh pihak SIKL sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mahasiswa selama mengikuti program.
Selanjutnya, pada 16 September 2026, mahasiswa kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan seluruh rangkaian Asistensi Mengajar Internasional di Kuala Lumpur.
Pelaksanaan program memberikan sejumlah pengalaman dan capaian bagi mahasiswa, antara lain peningkatan kemampuan kerja sama, adaptasi, tanggung jawab, keterampilan mengajar, pengelolaan kelas, serta komunikasi dengan siswa. Interaksi yang terjalin dengan guru dan siswa SIKL juga menjadi bagian dari pengalaman akademik dan profesional yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti program.
Program Asistensi Mengajar Internasional di SIKL menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran mahasiswa FIP UM di lingkungan pendidikan internasional. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sekolah dan pembelajaran, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi kependidikan sekaligus memperluas pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional.
