Inovasi terus dilakukan sebagai lembaga yang mengedepankan kualitas, terbuki Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Sosialisasi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Kehidupan untuk para dosen pada Kamis, 19 Juli 2018 di Aula FIP UM.
Acara dibuka Wakil Dekan I, Dr. Hardika, M.Pd. beliau memberikan sambutan terkait acara tersebut, pengembangan kurikulum menjadi tanggung bersama sebagai wujud inovasi, acara ini berlangsung sampai terbitnya Rancangan Perkuliahan Semester (RPS) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Rangkaian acara ini berlangsung panjang mulai sosialisasi pengembangan, Rapat Diluar Jam Kerja penyusunan RPS dan SAP, dan finalisasi RPS dan SAP. RPS dan SAP tersebut tuntas tanggal 31 Juli 2018.
Hadir pula dari pihak IDB, Dr. Agus Timan, M.Pd beliau menjelaskan proyek garapan IDB salah satunya untuk pengembangan kurikulum telah mendapatkan dana sebesar 21 milyard selama 3 tahun, dalam hal ini ada 4 perguruan tinggi yang mendapatkan proyek yang sama antara lain UM, Universitas Mulawarman, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Jember. UM mengembangkan Inovation Learning sebagai keunggulan Perguruan Tinggi. Curiculum development salah satunya memberangkatkan dosen ke luar negeri.
Sebagai narasumber Dr. Sulthon, M.Pd menjelaskan bahwa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan KKNI hanya pengembangan kurikulum berdasarkan kapabilitas kehidupan dan kompetensi mahasiswa.
Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, narasumber ke-2 dari Jurusan Bahasa Indonesia FS UM beliau menjelaskan program pengembangan model pembelajaran berbasis kehidupan selanjutnya TOT bagi dosen, pembahasan hasil pengembangan dan mendatangkan pakar dari luar ini diharapkan sesuai bidang ilmu prodi.
Harapanya terbitnya RPS dan SAP tiap matakuliah sesuai kurikulum berbasis kehidupan.
Penulis: Wahyu Sulistyowati, S.Pd
Penggambil gambar :Gandhi Dwi Mardianto, Kom