Seminar Regional Pembelajaran Tematik Anak Usia Dini

2 1

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang pada hari Senin, (30/11/15), bertempat di Aula Gedung E1 lantai II FIP menyelenggarakan seminar Pemebelajaran Sains, Tematik Anak Usia Dini/Kelas awal, dan Pemberdayaan Orang Tua di lingkungan sekolah. Peserta di ikuti oleh 275 orang yang terdiri dari para guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dosen serta mahasiswa. Menampilkan pembicara Prof. Dr. Sakdun Akbar, M.Pd, guru besar Universitas Negeri Malang pakar Pemebelajaran Tematik; Imam Mahmud, S.Sos, M.Pd, Ketua Umum HIMPAUDI Jawa Timur, dan Izzul Fitriyah, S.H., M.Pd, Ketua Bidang Litbang/Diklat HIMPAUDI Jawa Timur dan Konsultan Pengembangan Pembelajaran AUD.

Seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, beliau mengatakan Pembelajaran tematik terpadu kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai bidang pengembangan anak ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga anak tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Dengan menggunakan Pendekatan kontektual yang merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak dan mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi anak. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan anak bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke anak. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan dari pada hasil, tugas guru adalah membantu anak mencapai tujuannya, yaitu guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anak. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan model pembelajaran terpadu dengan pendekatan tematik dan pendekatan kontekstual.

author