Pengembangan Permainan Teka-Teki Silang Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas VII Semester 1 Tunarungu di SMPLB Marsudi Utomo Kesamben Blitar

Arofah, Sufi, Jamilatu Nur

Permainan teka-teki silang merupakan salah satu permainan mengasah
otak yang menggunakan kata-kata. Penggunaan permainan teka-teki silang dalam
pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa memiliki keunggulan yaitu
membantu membangun keberagaman kosakata dan membantu memperbaiki
penggunaan ejaan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengembangkan permainan
teka-teki silang sebagai media pembelajaran bahasa Inggris.
Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk
Mengembangkan permainan teka-teki silang untuk digunakan sebagai media
pembelajaran bahasa Inggris untuk semester 1 kelas VII tunarungu yang diuji
valid dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
Metode Penelitian dan pengembangan ini adalah metode R&D yang
dikemukakan oleh Sugiyono (2013: 409) yang dimodifikasi. Tahap
pengembangan dari penelitian dan pengembangan ini adalah (1) tahap analisis
masalah, (2) tahap pengumpulan data, (3) tahap desain produk, (4) tahap validasi
desain, (5) tahap uji coba produk, (6) tahap revisi produk dan (7) produksi masal.
Data penelitian dan pengembangan berupa data kualitatif dan kuantitatif.
Data kualitatif berupa saran yang diperoleh dari validator produk untuk keperluan
revisi produk. Data kuantitatif berupa data skor hasil validasi permainan teka-teki
silang dan data uji coba kelompok kecil. Instrumen yang digunakan adalah angket
untuk ahli materi, ahli media dan siswa sebagai subyek uji coba kelompok kecil,
serta soal untuk pre-test dan post-test.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil validasi dari ahli materi
sebesar 90%, hasil validasi dari ahli media sebesar 80.7% dan dari siswa sebesar
92.7%. Rata-rata keseluruhan skor hasil validasi dari tiga subyek uji coba adalah
sebesar 87.8%. Hal ini menunjukkan bahwa permainan teka-teki silang secara
umum sudah termasuk dalam kriteria valid atau layak digunakan dalam
pembelajaran. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan peningkatan hasil
belajar sebelum dan sesudah menggunakan permainan teka-teki silang dalam
pembelajaran sebesar 40.7%, serta jumlah siswa yang memenuhi standar penilaian
mencapai 100%. Hal tersebut menunjukkan bahwa permainan teka-teki silang
yang dikembangkan efektif dalam pembelajaran.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan teka-teki silang
yang dikembangkan telah terbukti valid dan efektif digunakan dalam
pembelajaran bahasa Inggris kelas VII tunarungu. Akan tetapi, revisi tetap
diperlukan untuk penyempurnaan produk yang dikembangkan sehingga akan
semakin membantu proses pembelajaran.

Kata Kunci: Pengembangan, Teka-Teki Silang, Bahasa Inggris, Tunarungu

author