Pengaruh Penggunaan Media Kantong Flanel Terhadap Kemampuan Berhitung Penjumlahan Siswa Tunarungu Kelas 1 SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang

Pradana, Richo Surya

Siswa tunarungu merupakan siswa yang mengalami gangguan pendengaran sehingga mengakibatkan minimnya pemahaman mereka terhadap materi pelajaran, termasuk pada mata pelajaran matematika mengenai kemampuan berhitung penjumlahan bersusun pendek dua bilangan dua angka dengan satu kali teknik menyimpan. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan mengingat mereka mengalami gangguan dalam hal-hal yang bersifat abstrak karena keterbatasan persepsi dengar. Salah satu media pembelajaran yang digunakan adalah media kantong flanel.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berhitung penjumlahan siswa tunarungu pada kondisi baseline (A1), kondisi intervensi (B), dan kondisi baseline (A2), serta mendeskripsikan pengaruh penggunaan media kantong flanel terhadap kemampuan berhitung penjumlahan siswa tunarungu kelas 1 SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Reseach (SSR) desain A-B-A. Subjek penelitian ini yaitu JH, siswa tunarungu yang mengalami kesulitan dalam berhitung penjumlahan terutama dengan teknik menyimpan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berhitung penjumlahan terutama penjumlahan dengan teknik menyimpan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media kantong flanel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kisi-kisi instrumen, media kantong flanel, validasi instrumen, dan lembar penilaian. Instrumen divalidasi dengan menggunakan skala likert. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis visual grafik.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penggunaan media kantong flanel terhadap kemampuan berhitung penjumlahan. Keadaan ini ditunjukkan pada penilaian kemampuan berhitung penjumlahan siswa tunarungu pada kondisi baseline (A1) berkisar 65% hingga 75% dan mengalami peningkatan pada kondisi intervensi (B) menjadi 85% hingga 100%. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh intervensi (B) terhadap subjek penelitian dilaksanakan baseline (A2) sebagai fase kontrol yang nilainya berkisar 95% hingga 100%.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan media kantong flanel berpengaruh terhadap kemampuan berhitung penjumlahan siswa tunarungu kelas 1 SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan presentase overlap yang menunjukkan hasil 0% dan mengalami peningkatan kemampuan berhitung penjumlahan pada kondisi sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rekomendasi sekolah untuk menggunakan media pembelajaran sesuai kebutuhan dan kemampuan karakteristik siswa tunarungu terutama dalam pembelajaran berhitung penjumlahan dengan teknik menyimpan.

Kata Kunci : Siswa Tunarungu, Kemampuan Berhitung Penjumlahan, Media Kantong Flanel

author