Mahasiswa PGSD FIP UM Simulasikan Intensive English Class di Praateepsaat Ismail Memorial School (PIMS) Thailand

Thailand. Menguasai bahasa Inggris merupakan tuntutan lembaga pendidikan pada era globalisasi saat ini. Thailand Selatan sebagai daerah yang minim kemampuan bahasa inggris mulai menggencarkan pembelajaran bahasa Inggris bahkan mulai tingkat taman kanak-kanak. Begitu halnya dengan yang dilaksanakan oleh salah  satu lembaga pendidikan dasar di Thailand yaitu Praateepsaat Ismail Memorial School (PIMS) di Nakhon Si Thammarat, Tha Sala, Thailand. PIMS mencanangkan program Intensive English Class dengan bantuan peserta magang asal Indonesia dan Guru Asing asal Filipina pada  tingkat taman kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Program tersebut diawali dengan simulasi kelas di hadapan para wali murid yang diadakan pada Minggu (23/6) dengan tujuan untuk meyakinkan para wali murid untuk mendukung Intensive English Class tersebut.

Tujuan dari diadakannya Intensive English Class adalah untuk membiasakan siswa berbicara bahasa inggris secara rutin dan untuk memberikan pembelajaran bahasa inggris secara intensive baik dari segi materi dan waktu yang dibutuhkan. Durasi dan Pertemuan yang dibutuhkan dalam Intensive English Class akan lebih banyak jika dibandingkan dengan kelas reguler. Dan untuk segi materi yang diberikan akan lebih advance dibandingkan dengan kelas reguler.

Pada tahap simulasi ini peserta magang asal Indonesia  dipercaya untuk simulasikan Intensive English Class di hadapan para wali murid. Peserta magang asal Indonesia tersebut merupakan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yaitu Fierda Nursitasari Amaliya dan Yunita Miftahul Jannah. Kelas Simulasi terbagi menjadi dua tim yaitu Tim siswa TK dan Tim siswa SD. Tim siswa TK yang terdiri dari 10 siswa tersebut diorganisir oleh Yunita dengan materi binatang dan untuk Tim SD yang terdiri dari 10 siswa diorganisir oleh Fierda dengan materi buah-buahan dan sayuran. Kedua tim tersebut menggunakan bahasa Inggris secara penuh selama simulasi baik dari Guru dan Siswa.

Kay Tribunalo Cueva, Guru Asing asal Filipina menyampaikan harapannya terkait Intensive English Class di PIMS.

“Harapan saya kedepannya adalah semoga para wali murid dapat mendukung penuh program ini dan dapat menyadarkan mereka bahwa bahasa inggris penting untuk dikuasai. Begitu juga bagi sekolah, saya harap semoga sekolah tetap mempertahankan sistem yang sudah dicanangkan secara konsisten baik dari sistem pembelajaran dan kualitas guru” tuturnya.

Pewarta : Fierda Nursitasari Amaliya – Internship Humas

author