Lokakarya Nasional Jurusan/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah/PNF Se-Indonesia

1

Dalam rangka memantapkan kembali gerak dan langkah jurusan Pendidikan Luar Sekolah dalam penyerapan tenaga professional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) serta mengkaji kembali tentang kebijakan keterlibatan sarjana Pendidikan Luar Sekolah dalam pelaksanaan program Sarjana Mengajar di daerah terluar, tertinggal dan terpinggirkan (SM3T) jurusan Pendidikan Luar Sekolah selenggarakan Lokakarya tingkat Nasional Jurusan/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia.

Kegiatan yang dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah dalam beberapa Universitas di Indonesia ini diselenggarakan pada, Jumat (30/10/2015) di conference hall hotel Swisberlinn Malang. Dalam sambutannya Dr.Hardika,M.Pd selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas negeri Malang (UM) menyampaikan bahwa “berdasarkan dari apa yang saya amati ada beberapa persoalan yang harus dikaji lebih lanjut dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang pertama adalah untuk mengkaji kembali dalam konteks akademik tentang belum terdatanya secara jelas PLS di tingkat nasional. Kedua, asosiasi/koneksitas dengan perguruan tinggi dan lembaga lain sebagai pijatan untuk para alumni PLS. dan ketiga, diharapkan dengan adanya koneksi kepada setiap perusahaan alumni Pendidikan Luar Sekolah dapat terserap dengan baik”.

Selanjutnya, Dr.Ach.Rasyad, M.Pd selaku ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah menanggapi bahwa “permaslaahan yang harus ditata dengan baik khususnya pada bidang PLS. pertama,  konsolidasi dibidang program. Kedua, konsolidasi institusional/kelembagaan. Sampai saat ini belum jelas siapa yang sebenarnya bisa menduduki tempat tersebut. Namun perlu pengawasan agar pihak PLS bisa memberikan solusi untuk pelaksanaan program tersebut. Regulasi undang-undang untuk guru dan pendidik lainnya belum jelas sehingga penamaan masih besar disebut dibidang pend. Formal. dan harapan kita, hal-hal yang telah dikaji pada kesempatan kali ini dapat di masukkan sebagai pendidik pendidikan luar sekolah yaitu Pamong Belajar. Sehingga pada dasarnya tidak ada lagi sebutan fasilitator maupun instruktur pada pendidik di bidang PLS ataupun juga bisa diusulkan untuk masing masing setiap satuan wilayah memiliki satuan PNF baik tingkat propinsi, kabupaten, kecamatan hingga kedesa-desa. Dan yang lebih harus diperkuat adalah bersifat data tentang program PLS itu sendiri.(Ozy)

author