JOINT RESEARCH DAN TRANSFER CREDITS MAHASISWA UM DENGAN PRINCE OF SONGKLA UNIVERSITY

Pattani, 15/11/2018. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) menindaklanjuti nota kesepahaman dengan Prince of Songkla University Thailand. Bentuk kerjasama yang kali ini kami laksanakan adalah kerjasamaa penelitian (Joint Research) antar kedua institusi. Inisiator kerjasama penelitian adalah FIP UM melalui inisiasi Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd yang mengangkat tema penelitian tentang sikap mahasiswa terhadap  profesi guru. Selain kegiatan joint research bentuk kerjasama kegiatan lainnya adalah program transfer kredit. Semantara yang mengawali pengiriman mahasiswa adalah FIP UM yang akan mengirimkan dua mahasiswanya pada bulan Januari – April 2019.

Delegasi FIP UM yang kali ini berangkat ke PSU Thailand adalah Bapak. Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd selaku wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan dan Bapak Ence Surahman, S.Pd., M.Pd dosen Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM yang juga merupakan tim penelitian kerjasama. Keduanya berangkat dari Malang pada hari Selasa 12 November dan kembali ke Malang pada hari Jum’at 16 Nomber 2018. Keduanya berangkat dengan surat tugas rektor No. 12.11.40/UN32/KP/2018 dengan tujuan utama untuk melaksanakan kegiatan joint research dan pemantapan program kredit transfer mahasiswa.

Secara umum kegiatan selama di Prince of Songkla University meliputi kegiatan rapat pokok-pokok persoalan yang terkait kegiatan yang dilaksanakan, pengambilan data penelitian dari mahasiswa, perancangan beberapa kegiatan lanjutan, diskusi dengan pengelolaan pusat riset dan pusat unggulan riset di PSU, serta kegiatan pengiring lainnya seperti keliling kampus, dan keliling lokasi di sekitar Pattani.

Dua kegiatan yang akan akan dilaksanakan yakni joint research dan program transfer kredit mahasiswa. Adapun beberapa kegiatan lanjutkan yang direncanakan yakni joint publication tulisan dosen dari kedua fakultas, kemudian joint conference baik dengan pengiriman delegasi pembicara maupun peserta. Serta kegiatan visiting lecturer dan profesor antara kedua institusi. Semua kegiatan tersebut penting dilakukan berkaitan dengan komponen penelitian kinerja kedua institusi baik terkait akreditasi nasional maupun internasional.

Di samping bertemu dengan jajaran dekanat, delegasi juga bertemu dengan tim dari Direktorat Pusat Unggulan Riset Bidang Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran. Beberapa point yang didiskusikan meliputi rencana kerjasama pengembangan modul inovatif untuk pembelajaran calon guru, kemudian rencana kerjasama internship dosen muda kedua universitas, serta rencana kerjasama untuk pengembangan projek inovasi pembelajaran yang dapat diimplementasikan baik di UM maupun di PSU. (Nc)

author