Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Anak Tunarunngu di SDLB Negeri Kedungkandang Malang

Kurniawati, Tari

Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembagan dan pendidikan anak, karena sesuatu yang diperbuat oleh orang tua akan berpengaruh terhadap diri anak, sehingga perhatian dan tanggung jawab orang tua sangat diperlukan oleh anak. Hal ini sangat tergantung pada pola asuh yang diberikan orang tua kepada anaknya. Perbuatan dan pola perilaku yang dilakukan orang tua sehari-hari akan dilihat, dinilai dan di tiru oleh anak, sehingga anak akan berbuat dan berperilaku seperti orang tuanya, terlebih bagi anak-anak yang mengalami kelainan pada alat pendengaran atau sering disebut dengan anak tunarungu. Anak tunarungu tidak bisa menangkap atau menerima informasi yang bersifat abstrak, anak tunarungu hanya bisa menangkap hal-hal yang bersifat kongkrit atau nyata.
Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pola asuh orang tua, 2) mendeskripsikan kemandirian belajar, dan 3) mendeskripsikan hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian belajar anak tunarungu di SDLB Negeri Kedungkandang Malang.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional Karl Sperman, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket tertutup yang diberikan kepada orang tua dan guru kelas. Adapun analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman untuk menemukan korelasi antara kedua variabel.
Hasil pengujian yang dilakukan peneliti menunjukkan terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara variabel pola asuh orang tua dengan variabel kemandirian anak. Apabila rs hitung > rs tabel, maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara dua variabel pola asuh orang tua (X) dan kemandirian anak (Y), karena Probabilitas (Sig.2-tailed) = 0,000 dengan rs hitung = 0,985 dan rs tabel (0,05 ; 20) = 0,450.
Orang tua hendaknya bersikap arif dan bijaksana, tidak ekstrim terhadap salah satu pola asuh yang ada, dalam arti mampu memberi pengasuhan sesuai dengan apa yang sedang dilakukan anak dan apa harapan orang tua. Peneliti lanjut lebih baik mengambil subjek penelitian yang jumlah sampelnya lebih banyak dan lebih luas.

Kata Kunci: pola asuh orang tua, kemandirian anak, tunarungu

author