Aksi Seni Mahasiswa PLS

No comment 515 views

“Budaya dan Seni wajib dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda” adalah pesan yang disampaikan oleh Dr. Zulkarnain Nasution, M.Pd. saat menyampaikan sambutannya dalam acara Pelatihan Topeng Malangan. Dalam upaya pelestarian budaya Topeng Malangan, Mahasiswa konsentrasi Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan Pelatihan Topeng Malangan dengan tema “Membangun Kesadaran akan Kebudayaan Topeng Malangan pada Generasi Muda” (4/4/15). Bertempat di balai desa Jabung Pelatihan Topeng Malangan ini disambut baik dan antusias oleh masyarakat sekitar.

Pelatihan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini, diikuti oleh lebih dari 200 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa UM dan masyarakat desa Jabung. Tampak hadir dalam pelatihan tersebut ibu Anik Sri Hartatik, S.E., M.M. selaku kepala Desa Jabung dan Ibu Hj. Yayuk Rendra Kresna selaku perwakilan Bupati kabupaten Malang yang sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya pelatihan Topeng Malangan ini. Pelatihan yang diketuai oleh Rian Firmansyah ini juga turut menghadirkan seniman topeng malangan bapak DJoko Rendi yang juga bertidak sebagai pemateri dalam acara tersebut.

Pelatihan yang dikemas dengan ‘Apik’ oleh mahasiswa konsentrasi pelatihan ini turut menyuguhkan kreasi masyarakat desa jabung baik berupa tari-tarian maupun musik sebagai sambutan atas kehadiran Ibu Bupati Kabupaten Malang. Antusias masyarakat sekitar atas diselenggarakannya acara ini juga terbukti dengan banyaknya masyarakat desa jabung yang berkumpul memadati pelataran Balai Desa Jabung. Rian Firmansyah selaku ketua pelaksana menyampaikan harapannya agar peserta dapat mengikuti Pelatihan Topeng Malangan dengan baik dan lancar. Mahasiswa yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua BEM FIP UM ini juga menyampaikan latar belakang diadakannya pelatihan pembuatan topeng malangan di desa Jabung. Desa Jabung adalah salah satu wilayah pelestari topeng malangan. Desa jabung juga merupakan awal lahirnya topeng Malangan, Urai mahasiswa kelahiran Nganjuk tersebut.

Dr. Zulkarnain Nasution, M.Pd. selaku sekertaris jurusan PLS menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk nyata kegiatan mahasiswa konsentrasi pelatihan. Dosen yang juga tercatat sebagai editor Warta UM ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada ibu Kepala Desa atas pemberian izin kepada mahasiswa PLS untuk menyelenggarakan acara ini. Sentra para wisatawan bukan hanya tempat pariwisata tetapi juga kerajinan dan topeng malangan adalah salah satu bentuk kerajinan yang dapat menjadi destinasi kunjungan para wisatawan, urai Dosen asal Medan tersebut.

Dalam sambutannya Ibu Kepala Desa Jabung juga menyampaikan bahwa desa jabung adalah awal lahirnya topeng malangan. Wanita nomer satu di desa Jabung tersebut juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengeksiskan kembali topeng Jabung yang dulu menjadi daya pikat bagi turis luar negeri untuk berkunjung ke desa Jabung. Apresiasi yang tinggi juga turut disampaikan oleh ibu Bupati Kabupaten Malang. Istri bapak Drs. H. Rendra Kresna, BcKU., S.H., M.M., MPM. selaku Bupati kabupaten Malang ini sangat berharap bahwa topeng malangan ini dapat meningkatkan kreatifitas dan ekonomi masyarakat. Pembuatan topeng malangan berbahan dasar kertas ini merupakan ide yang sangat baik karena ide ini adalah salah satu bentuk pelestarian lingkungan, urainya sambil mengucap syukur.

Bapak Djoko Rendi selaku pemateri dalam pelatihan pembuatan topeng malangan berbahan dasar Koran bekas ini juga turut menyampaikan sejarah topeng malangan. Dalam materinya pria yang kerap dipanggil pak Djoko itu juga memberikan materi langkah-langkah pembuatan topeng malangan berbahan dasar Koran bekas tersebut. Peserta pelatihan tidak disuguhkan dengan banyak materi tetapi peserta justru banyak melakukan kegiatan praktek langsung.(Fer)

author